Pernah punya pengalaman jelek dengan perangkat penyejuk udara (AC) mobil Anda? Bisa dibayangkan betapa menyebalkannya jika hembusan udara dingin dalam kabin mobil tiba-tiba berkurang drastis atau malah hilang, padahal Anda tengah terjebak dalam kemacetan lalu-lintas yang panas terik.
Tapi lebih menyebalkan lagi jika pada malam hari ternyata hembusan AC malah
lebih dingin dari biasanya. Anda mungkin langsung berkesimpulan bahwa sudah
waktunya mengganti atau mengisi ulang gas freon AC. Namun banyak kasus
memperlihatkan, setelah diisi ulang pun gejala serupa terjadi lagi dalam selang
waktu singkat.
Lalu? Mengganti perangkat AC mobil dengan yang baru? Nanti dulu!
Kesalahan pemakaian jenis freon dan kebocoran selang karet seringkali
menjadi penyebab AC bekerja tidak optimal.
"Indikasinya, AC tidak dingin di siang hari tapi malah berembus lebih
dingin saat malam hari," tutur pria berperawakan kurus ini.
Untuk itu, diperlukan pendeteksian gas freon dengan sebuah alat yang disebut
Refrigrant Gas Analyzer. Alat ini mampu mendeteksi secara akurat jenis freon
yang sesuai rekomendasi pabrikan mobil.
Tapi sebelumnya Anda perlu mengetahui bahwa jenis freon yang beredar di
pasaran terdiri dari dua jenis, yaitu R134a dan R12. "R134a dapat dijumpai
pada mobil keluaran 1994 ke atas, sedangkan R12 dapat ditemukan pada mobil
buatan tahun 1994 ke bawah,".
Kesalahan pemakaian jenis freon inilah yang menyebabkan hembusan AC tidak
dapat bekerja optimal. Efek negatif lainnya, dapat merusak selang karet AC
sehingga timbul kebocoran pada selang.
Namun untuk mendeteksi kebocoran pada selang caranya mudah saja, yaitu
dengan cara menekan-nekan selang tersebut. Apabila telah terasa lembek, berarti
ada kebocoran pada selangnya. Sedangkan jenis freon yang digunakan dapat mudah
kita ketahui di dinding ruang mesin., karena di tempat inilah tertera jenis
freon yang menjadi standar dari pabrikan.
Masalah tak cuma melibatkan gas freon semata. Jenis oli kompresor yang
tidak sesuai juga dapat membuat AC tidak berhembus dingin.Seperti halnya
indikator jenis freon, oli yang digunakan dapat diketahui jenisnya ketika
melongok ke dinding ruang mesin.

Jenis oli kompresor biasanya tergantung pada jenis freon yang digunakan.
"Kalau oli tidak bagus, ini membuat kompresor AC cepat kotor, sehingga
tidak bekerja maksimal lagi,".
Memang banyak produk oli kompresor AC yang beredar di pasaran, namun
haruslah memperhatikan oli yang cocok. Un tuk jenis freon R134a, misalnya,
sebaiknya memakai produk buatan Nippon Denso ND-Oil 8 atau Emkarate RL 68S.
Sedangkan oli kompresor untuk jenis freon R12, dapat menggunakan Suniso tipe 5
GS.

Sekali lagi, perhatikan jenis oli kompresor mobil Anda. Jangan sampai
terkecoh dengan jenis freon, oli kompresor, dan harga murah yang ditawarkan penjual.
Lebih baik sedikit menguras kantong Anda, namun tak bakal kegerahan di dalam
kabin. Selain itu, tentu saja komponen dan AC mobil Anda juga berumur panjang.
ConversionConversion EmoticonEmoticon